Infra Merah

Gambar rangkaian sensor infra merah

 

 

Daftar Komponen :

 

1. Resistor : R1 (33K), R2 (1K), VR1 (Potensio 100K)

2. Kapasitor : C1 (100nF)

3. Transistor : Q2 (BC547)

4. Foto transistor : Q1

5. IC : 40106 (Schimitt trigger), 4026 (Decade counter)

6. 7-Segment

 

PRINSIP KERJA :

Pada rangkaian pemancar tugas kita hanya pengaturan supaya led infra merah menyala dan tidak kekurangan atau kelebihan daya, oleh karena itu gunakan resistor 680 ohm. Pada rangakaian penerima foto transistor berfungsi sebagai alat sensor yang berguna merasakan adanya perubahan intensitas cahaya infra merah. Pada saat cahaya infra merah belum mengenai foto transistor, maka foto transistor bersifat bagai saklar terbuka sehingga transistor berada pada posisi cut off (terbuka). Karena kolektor dan emitor terbuka maka sesuai dengan hukum pembagi tegangan, tegangan pada kolektor emitor sama dengan tegangan supply (berlogika tinggi). Keluaran dari kolektor ini akan membuat rangkaian counter menghitung secara tidak teratur jika kita tidak meredam bouncing keluaran tersebut ke input couinter. Untuk meredam bouncing serta memperjelas logika sinyal yang akan kita input ke rangkaian counter, kita gunakan penyulut schmitt trigger. Penyulut Schmitt trigger ini sangat berguna bagi anda yang berhubungan dengan rangkaian digital, misal penggunaan pada peredaman bouncing dari saklar-saklar mekanik pada bagian input rangkaian digital.

 

Rangkaian counter yang saya gunakan disini adalah menggunakan IC 4026 (Decade Counter) salah satu ic dari keluarga CMOS. IC counter ini akan mencacah apabila mendapatkan input clock berubah dari logika rendah ke tinggi. IC ini juga langsung bisa hubungkan ke seven segment karena keluarannya mmang dirancang untuk seven segment. Jadi anda tidak perlu menggunakan IC decoder sebagai pengubah nilai biner menjadi nilai 7-segment.

Untuk menmgatur kepekaan sensor anda bisa memutar potensio VR1 pada titik kritis, atau jika diperlukan anda bisa mengganti R2 dengan nilai yang lebih sesuai. Hal ini bisa saja terjadi mengingat komponen foto transistor mempunyai jenis yang berbeda-beda dan tentunya mempunyai sfesifikasi yang berbeda pula. Saya rasa cukup penjelasan dari saya, anda bisa memodifikasi rangkaian sensor infra merah di atas sesuai dengan keinginan dan kebutuhan anda.

 

Di kutip dari

http://www.dediakbar.com/2010/04/rangkaian-sensor-cahaya.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s